Unik

Kamis, 30 Juni 2011

RAKYAT DEMO CABUT MANDAT SBY-BUDIONO

Kasra Media, Juni
        Sistem pemerintahan kita parlementer apa presidensial? Pertanyaan itu mengganjal di kepala rayat. Soalnya ketika kita menyatakan sistem pemerintahan presidensial dengan presiden pilihan rakyat ternyata presiden sangat tergantung kepada parelemen yang nota bene anggotanya perwakilan partai bukan perwakilan rakyat. Presiden sangat takut kepada koalisi di parelemen daripada kepada rakyat yang memilihnya, sehingga kebijakannya lebih mengacu kepada kepentingan partai koalisi.
        Yang jelas-jelas-jelas saja, sudah ada menteri yang dinilai dengan rapor merah dan banyak menteri yang melakukan kesalahan, terakhir ada menteri yang bodoh hukum dengan mencekal Yusril Ihza Mahendara menggunakan undang-undang yang telah mati, tetapi presiden tidak berani-beraninya menggusur mentri trakait karena mereka berasal dari partai koalisi.
         Negara ini harus membiasakan diri mengurus rakyatnya dengan sistem yang jelas jangan dengan sistem yang banci dan penuh keragu-raguan, kalau mau sistem parlementer tegas parlementer, mau presidensial tegas-tegas presidensial.
        Karena ketidakjelasan itu maka wajar kalau muncul demo pencabutan mandat terhadap SBY-Budiono oleh rakyat 1 Juni 2011 ini. Ini beritnya
SBY-BOEDIONO/IST
  

Ribuan massa yang terdiri dari aktivis mahasiswa, pemuda, serikat petani, serikat buruh, serikat nelayan, masyarakat miskin perkotaan, dan organisasi rakyat lainnya dari berbagai daerah akan menggelar Mimbar Rakyat.

Mimbar Rakyat ini akan digelar pada tanggal 1-6 Juli 2011 secara berturut-turut.

Hari pertama, hari ini (Jumat, 1/7), Mimbar Rakyat akan digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta. TIM sendiri akan dijadikan titik kumpul dan pemusatan massa.

"Rekan-rekan aktivis Bandung sudah sampai di TIM tadi malam. Menyusul sekitar 300 massa dari Subang," kata aktivis 77/78, Hatta Taliwang, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 1/7).

Sementara Koordinator aksi, Effendy Saman, mengatakan  bahwa aksi ini mengusung tema Dekrit Rakyat untuk mencabut mandat SBY-Boediono. SBY-Boediono terbukti gagal mensejahterakan rakyat.

"Untuk besok (Sabtu, 2/7), kita ke Istana," tegas Effendy

 
          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar