AKAN JADI APA LIBYA ?
Kelompok-kelompok penentang Qadafy kini sedang memainkan perannya untuk mengulingkan sang diktator yang telah berkuasa selama 42 tahun.
Sementara pihak barat dengan dalih menjalankan resolusi PBB 1973 mengenai “no fly zone” telah ikut campur dengan membombardir Libya menggunakan pesawat tempur dan persenjataan canggih.
Selasa (29/3), Menlu Italia Franco Frattini mengatakan bahwa para peserta pada konferensi London mengenai Libia dengan suara bulat sepakat bahwa pemimpin Libia Moamar Khadafi harus meninggalkan negara itu.
Pernyataan akhir dari pembicaraan itu tidak menyebutkan mengenai kemungkinan pengasingan. Tapi, Frattini mengatakan, "Satu konsensus telah dicapai. Para peserta pertemuan itu dengan suara bulat menyatakan bahwa Khadafi harus meninggalkan negara itu."
Intervensi barat itu tentu saja membawa angin segar dan semangat baru bagi kelompok oposisi dalam perjuangan mereka meruntuhkan rezim otoriter yang memuakkan mayoritas rakyat Libya.
Namun yang menjadi pertanyaan, apakah ikut campur barat dalam gejolak di Libya memang hanya sebatas menjalankan misi kemanusiaan sesuai resolusi PBB dengan mencegah angkatan udara Libya menyerang rakyat sipil, ataukah ingin menguasai ladang-ladang minyak negeri kaya itu?
Idealnya intervensi barat memang harus sebatas menjalankan resolusi PBB. Soal tumbang-menumbangkan rezim sebaiknya diserahkan kepada rakyat Libya sendiri.
Tetapi banyak pengamat yang yakin bahwa tujuan barat tak sekedar itu melainkan untuk menumbangkan Khadafy dari kekuasaanya.
Kalau memang tujuannya demikian berarti kita kini tengah menunggu detik-detik keruntuhan rezim Khadafy.
Sang presiden nyentrik itu bakal senasib dengan Saddam Husein yang juga “ongeh” ketika melawan barat, karena siapa kuat melawan sekutu barat yang memang kuat dari segi persenjataan dan ekonomi.
Masyarakat Libya
Libya adalah sebuah negara yang terletak di benua Afrikan bagian Utara. Negara ini tergolong kaya dengan hasil minyaknya yang melimpah.
Dan, melalui hasil minyak itulah perkembangan Libya nampak begitu pesat, hal itu dapat disaksikan dari keberlangsungan kehidupan masyarakat yang samakin mapan, pembangunan yang terus bergulir di setiap tempat, dan perkembangan lainnya.
Penduduk Libya berjumlah 5.426.300 jiwa, mayoritas bermukim di dua kota besar yaitu Tripoli dan Banghazi.
Penduduk Libya terdiri dari etnis asli barbar ( keturunan kaum tawariq) atau bangsa arab yang datang sejak abad ke-7 M, etnis Turki dan Albania yang datang pada masa kekuasaan Turki Otsmani, dan etnis Italia yang datang sejak masa penjajahan Italia.
Tingkat pendidikan masyarakat Libya cukup tinggi. Sekitar 1.7 juta dari jumlah penduduknya adalah pelajar, lebih dari 270.000 di antaranya telah mencapai pendidikan tinggi. Pendidikan di Libya gratis untuk semua warga negara, dan wajib sampai tingkat menengah. Kemampuan baca-tulis Libya tertinggi di Afrika Utara, lebih dari 82% penduduk Libya dapat membaca dan menulis
Setelah kemerdekaan Libya tahun 1951, universitas pertama, University of Libya, didirikan di kota Benghazi. Sejak tahun 1975 jumlah univeritas di Libya telah bertambah menjadi sembilan dan pada tahun 1980 jumlah lembaga pendidikan teknis dan kejuruan 84 buah.
Pada tahun ajaran 1975/76 jumlah mahasiswa diperkirakan sebanyak 13.418 orang. Pada 2004, jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 200.000, dengan 70.000 tambahan terdaftar dalam pendidikan teknis tinggi sektor kejuruan. Peningkatan yang cepat dalam jumlah siswa di sektor pendidikan tinggi tercermin pada peningkatan jumlah lembaga pendidikan tinggi.
Dana pendidikan tinggi di Libya dibiayai oleh anggaran publik . Pada tahun 1998 anggaran nasional yang dialokasikan untuk pendidikan mencapai 38,2%.
Sejarah dan Pemerintahan Libiya
Nama "Libya" berasal dari bahasa Mesir yaitu “Lebu”, sebuah sebutan untuk orang-orang Barbar yang tinggal di sebelah barat Sungai Nil kemudian diadopsi ke dalam bahasa Yunani menjadi "Libya". Pada zaman Yunani kuno istilah ini memiliki arti yang lebih luas, mencakup seluruh Afrika Utara di sebelah barat Mesir, dan kadang ditujukan untuk seluruh benua Afrika.
Semula, Libya adalah sebuah kerajaan yang didirikan pada 24 Desember 1951. Raja Idris I bertindak sebagai pemimpin pemerintahan.
Tetapi tahun 1969, Raja Idris dikudeta oleh seorang prajurit muda berpaangkat kolonel, Muammar Qadafy, yang kemudian memerintah secara absolut sampai sekarang. Pemimpin yang selalu tampil nyentrik itu tidak menyebut dirinya sebagai raja atau presiden tetapi pemimpin revolusi, oleh karena itu katanya dia tidak bisa ditumbangkan rakyat.
Jabatan yang disandangnya bukan merupakan jabatan resmi, tetapi "Guide of the First of September Great Revolution of the Socialist People's Libyan Arab Jamahiriya atau "Brotherly Leader and Guide of the Revolution".
Qadafy lahir di daerah gurun pasir sirte tahun 1942dengan nama, Muammar Abu Minyar Al qaddafi, ibunya seorang yahudi, maka secara otomatis dia tergolong ke dalam etnis yahudi. Namun kemudian di usia 9 tahun ia mulai memeluk Islam.
Qadafy berasal keluarga miskin Badawi yang nomadik di daerah gurun pasir Sirte. Dia diberikan pendidikan SD tradisional yang religius dan bersekolah di SMU Sebha di Fezzan dari 1956 hingga 1961. Qadafi dan sekelompok kecil teman-temannya yang dia temui di sekolah itu kemudian membentuk kepemimpinan utama dari sebuah kelompok revolusiner militan yang kelak merebut kekuasaan negara Libya.
Tokoh yang menjadi inspirasi bagi Qadafy adalah Gamal Abdul Nasser, seorang negarawan yang populer di Mesir, yang naik ke takhta kepresidenan dengan meminta persatuan Arab dan menghujat Barat. Pada 1961, Khadafi dikeluarkan dari Sebha karena aktivitas politiknya.
Dia kemudian kuliah di Universitas Libya, lulus dengan nilai yang sangat baik. Dia lalu bergabung dengan Akademi Militer di Benghazi pada 1963, di mana dia dan beberapa rekan militannya membentuk sebuah kelompok rahasia yang bertujuan menjatuhkan monarki Libya yang pro-Barat. Setelah lulus pada 1965, dia dikirim ke Britania untuk latihan lanjutan, dan kembali pada 1966 sebagai seorang opsir dalam Korps Sinyal.
Qadafi mempunyai delapan anak, tujuh di antaranya lelaki. Putranya yang paling tua,adalah ketua Komite Olimpiade Libya. Putra tertua kedua Al-Saadi qadafi, adalah ketua Federasi Sepak Bola Libya, bermain di tim Seri A, Perugia, dan juga bermain film. Satu-satunya putrinya, Ayesha qadafi, adalah seorang pengacara yang telah bergabung dengan tim pengacara Saddam Hussein,Qadafi juga mempunyai saham sebesar 7,5% di klub sepak bola Italia, Juventus.
Sistem Pemerintahan Libya
Pelaksanaan pemerintahan di Libya dipimpin oleh Kongres Rakyat Umum atau General People’s Congress (GPC) yang dibentuk Khadafi bersama 12 perwira militer, pascarevolusi 1969. Setiap empat tahun sekali, GPC lokal memilih keanggotaannya yang terkadang melalui perdebatan sengit. Pelaksana atau level eksekutif akan dipilih oleh GPC nasional.
Sebanyak 2.700 anggota GPC bertindak sebagai forum legislatif. Sekjen GPC akan membentuk kementerian dan memilih menteri-menterinya. Partai politik dilarang, berdasarakan Undang-Undang (UU) Pelarangan Partai Politik Nomor 71 pada 1972. Namun, pembentukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tak dilarang.
Sistem peradilan negeri ini terdiri dari empat level. Summary Courts untuk pelanggaran-pelanggaran kecil. The Courts of First Instance untuk kejahatan yang lebih serius. The Courts of Appeals dan kemudian, Supreme Courts atau setara Mahkamah Agung. GPC akan menunjuk Jaksa Agung dan Hakim Agung.
Para Penentang Qadafy
Aksi menentang rezim Moammar Qaddafi dilakukan oleh berbagai kelompok yang tidak puas atas kebijakan yang dilakukan khadafi. Tetapi hampir semua kelompok oposisi pemerintah tinggal di pengasingan di luar negeri.
Tanggal 14 Februaru 2011 kelompok oposisi di pengasingan itu mempublikasikan sebuah deklarasi yang menyerukan Qdafy mengundurkan diri.
Kelompok-kelompok itu terdiri dari Gerakan Keadilan Sosial dan Uni Demokrasi, Front Nasional Keselamatan Libya, Gerakan Nasional Libya, Persatuan Gerakan Islam Libya, Konferensi Oposisi Libya, Gerakan Cukup, Komisi Libya untuk Keadilan dan Kebenaran dan Persatuan intelektual dan Penulis Libya.
Sedangkan gerakan oposisi terkuat di Libya adalah Ikhwanul Muslimin Libya, Front Keselamatan Nasional Libya dan gerakan-gerakab jihad.
Ikhwatul Islamiyah Libya didirikan pada tahun 1979. Seperti Ikhwanul Muslimin Mesir, sasaran dan tujuan dasar kelompok ini berprinsip harus adanya "negara Islam." Sesudah tahun 1993 Ikhwatul Islamiyah Libya mulai menyebut diri mereka Ikhwanul Muslimin Libya.
Ikhwatul Islamiyah Libya didirikan pada tahun 1979. Seperti Ikhwanul Muslimin Mesir, sasaran dan tujuan dasar kelompok ini berprinsip harus adanya "negara Islam." Sesudah tahun 1993 Ikhwatul Islamiyah Libya mulai menyebut diri mereka Ikhwanul Muslimin Libya.
Selama era tujuh puluhan dan delapan puluhan karena pendekatan keras dan tanpa ampun dari Qadafi, pendiri dan administrator kelompok Ikhwan telah ditahan di tempat yang sangat rahasia.
Namun kini setelah terinspirasi oleh gerakan people power di Tunisa dan Mesir serta negara arab lainnya kelompok-kelompok anti Qadafy sedang bangkit berjuang menumbangkan rezim Qadafy(Kasra Scorpi/ disarikan dari berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar