Agam,KM
MDA Koto Panjang nagari Tanjung Sani kecamatan Tanjung Raya kini butuh bantuan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar.
Diantara bantuan yang dibutuhkan adalah dana untuk perbaikan bangunan sekolah, perabotan seperti kursi dan meja serta honor untuk guru.
Dikatakan wali nagari Tanjung Sani, Yefri, MDA itu didirikan tahun 2005 sebagai sarana pendidikan keagamaan bagi anak-anak Koto Panjang, pembiayaan keseluruhannya ditanggung masyarakat.
“Akibat kemerosotan ekonomi dan seringnya terjadi bencana di nagari Tanjung Sani, MDA pernah berhenti selama 2 tahun yakni tahun 2008 dan 2009, waktu itu masyarakat tidak mampu menanggung biaya operasional sekolah, akibatnya banyak anak-anak yang tidak pandai membaca Al-Quran. Oleh karena itu sejak tahun 2010 MDA itu dibuka kembali walaupun berjalan dengan terseok-seok” kata wali nagari.
Serkarang perekonomian masyarakat setempat belum pulih, sehingga mereka sangat memerlukan bantuan dari pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MDA tersebut.
Tenaga pengajar yang ada sekarang hanya 2 orang yaitu warga setempat Muhaimi dan Tuti Maria yang honornya sangat rendah. Fokus pelajaran MDA adalah tulis baca Al-Quran dan penyelengaraan shalat.
Dua orang guru itu menambahkan, sarana belajar yang juga dibutuhkan adalah pasokan listeri, karena kalau musim hujan ruangan kelas tidak kondusif untuk belajar karena gelap(ks)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar